loading...
![]() |
| Simamaung.com |
Berangkat dari sekolah sepakbola (SSB), Abdul Aziz menemui beberapa tahap dan proses menjadi seorang atlet sampai sekarang jadi pemain Persib. Melekatnya ia di olahraga futsal –banyak orang ketahui– sudah tertanam di masa-masa ia duduk di Sekolah Menengah Pertama (SMP), berlanjut ke jenjang SMA.
“Pertama dari kecil memang diajarinnya sepakbola dulu kelas 4 SD masuk SSB, alasannya futsal karena SMP ada extrakulikuler futsal, lanjut ke SMA juga ikut turnamen antar sekolah di situ sering ikut futsal,” cerita Aziz di waktu senggangnya di rumah.
Ya, jenjang karier Abdul Aziz memang tak melulu di lapangan hijau, ia bahkan memulai karier profesional pertamanya dari olahraga futsal tahun 2012. Aziz yang kala itu berusia 18 tahun bergabung bersama tim Futsal Kota Bandung (FKB) berlaga di Liga Futsal Profesional Indonesia.
Keatletannya di olahraga tersebut membawa Aziz menjadi bagian tim futsal Jawa Barat untuk berlaga di Pekan Olahraga Nasional (PON) Riau 2012. Punya skill di atas rata-rata ia dipanggil dan memperkuat Persib Junior tahun 2013 bareng Rudiyana, Kushedya Hariyudo, juga Febri Hariyadi. ISL U-21 selesai, Aziz kembali ke habitatnya di lingkungan futsal masih gabung FKB.
“Karier di futsal tahun 2012 gabung FKB, di PON jabar ikut futsal, 2013 FKB Kota Bandung kebetulan saat itu enggak bentrok, beres Persib U-21 ikut FKB lagi,” lanjut Aziz.
Karier Aziz bagaikan tiki-taka satu dua antara futsal dan sepakbola yang berjalan beriringan. Selagi ada kesempatan ia meramaikan kompetisi usia muda bergabung di Persib (Diklat) dan Semen Padang U-21 tahun 2014-2015. Liga lalu berhenti karena konflik federasi-pemerintah. Aziz lagi-lagi menekuni olahraga dalam ruangan bareng rekan sekompatriotnya Alfath Fathier –yang kini berkostum Persija– gabung FC Libido.
“Terus 2015 waktu liga berhenti gabung Libido, 2016 Libido juga sebelum ke Balikpapan. Pernah bareng satu tim bareng Alfath (Fathier) tahun 2013 di FKB terus 2015 di futsal Libido,” jelasnya.
Saat Indonesia tak kunjung menemui kabar baik, Aziz sempat pasrah mengubur impiannya bermain di kasta tertinggi sepakbola Indonesia. Ketika pilihannya hanya fokus di futsal profesional, Jaino Matos –pelatihnya di Diklat Persib– datang membawa harapan.
Aziz ditawari terbang ke Balikpapan seleksi untuk Persiba di turnamen sepakbola jangka panjang Indonesia Soccer Championship (ISC) 2016. Berbarengan dengan itu futsal kembali memanggilnya ia ditawari gabung Timnas Futsal Indonesia untuk mengarungi Piala AFF 2016.
Pilihan berat keputusan yang tepat, Aziz jalani kariernya di Persiba (2016), gabung Borneo FC (2017), PSMS (2018) dan pencapaiannya memperkuat Persib terwujud 2019 dan akhirnya melepaskan karier futsalnya.
loading...

